Home » , » INJIL YOHANES SEBAGAI CERITA (Robert Kysar)

INJIL YOHANES SEBAGAI CERITA (Robert Kysar)





PENDAHULUAN: PADA MULANYA (1:1-51)

Permulaan Kosmis (1:1-18)
Yohanes memulai ceritanya tentang Yesus yang dimulai dari kalimat yang berasal  dari kata “Pada mulanya”  artinya penulis menceritakan tentang asal usul keberadaan  Sang Kristus itu sendiri berasal dari Firman dan Firman itu sendiri yaitu Yesus perantara yang melalui-Nya Allah menciptakan segala sesuatu (1:3). Penciptaan adalah permulaan penebusan dan penebusan adalah kelanjutan dari penciptaan. Pada pasal 1:4 melanjutkan tema ini dengan menyebut sang Kristus-Firman sebagai “Terang” dan “Kehidupan manusia”. Begitu pula dalam Yoh 1:5 yang memperkenalkan Tema yang menonjol ayat ayat Prolog  dari  seluruh Injil. Kemudian pembaca dialihkan untuk melihat bahwa Yohanes Pembaptis bukanlah terang itu, melainkan saksi bagi terang itu (1:6-8). Kehadiran sang Firman dalam pribadi historis Yesus dari Nazaret, menegaskan bahwa Firman itu telah hadir di dalam dunia dan di antara manusia, tetapi manusia menolak-Nya (1:9-11). Beberapa orang menerima Dia dan bagi mereka diberikan kuasa yang menghubungkan mereka dengan Allah (1:12-14). Penggambaran tentang permulaan kosmis dari cerita Yesus ini berakhir dengan sebuah pengulangan tentang manfaat “keberkemahan” sang Kristus -Firman di dalam dunia. “Jati diri” sesungguhnya dari Allah didekatkannya pada semua manusia melalui Kristus (1:18).

Permulaan Historis (1:19-51)
            Dalam pasal 1:19-51 Yohanes menggambarkan permulaan dari peristiwa sejarah itu dengan cukup terinci, yang mencakup kesaksian Yohanes Pembaptis tentang Yesus dan juga terhimpunnya orang-orang yang akan mengikut Yesus dalam pelayanan-Nya, dan ini merupakan sebuah pengantar yang tepat bagi keseluruhan Injil.

BAGIAN PERTAMA: YESUS MENYATAKAN KEMULIAAN (2:1-12:50)

Tanda-tanda dan ucapan-ucapan (2:1-5:47)
            Dalam pasal 2-5 Yohanes menceritakan di dalam gabungan tindakan-tindakan Yesus yang disertai dengan kata-kata-Nya. Tanda pertama adalah Tanda-tanda dari-Nya (2:1-11), sebuah muzijat Yesus yang mengagumkan pada sebuah perjamuan kawin di Kana, Galilea, dan bagaimana peristiwa itu telah memampukan para murid untuk mempercayai Yesus (Tanda mengungkapkan kemuliaan yang menimbulkan Iman). Kedua, Bait Allah yang lama dan yang baru (2:12-25), Yohanes menceritakan hal ini dalam sebuah narasi yang secara tradisional disebut “penyucian Bait Allah”. Ketiga, seorang pemimpin yang terpelajar menemui Yesus (3:1-21), tema yang samar-samar muncul dalam percakapan antara Yesus dan Nikodemus, kedatangan Nikodemus kepada Yesus di tengah kegelapan malam adalah bersifat simbolis bagi Yohanes. Keempat, Pendamping yang menghormati mempelai (3:22-36), menunjukkan hubungan antara Yohanes Pembaptis dengan Yesus, yang menyatakan bahwa Yohanes Pembaptis tidak bisa melakukan lebih dari kesaksian, tetapi Yesus lebih banyak diberikan Allah. Kelima, cerita tentang iman orang samaria (4:1-42), merupakan sebuah kisah iman dari pertama seorang perempuan Samaria dan kepada seluruh penduduk Samaria. Keenam, Iman dari seorang pegawai Istana: Tanda Kedua (4:43-54), iman seorang pegawai Istana yang memohon kesembuhan kepada Yesus, mesiki ditolak tetapi dia tidak mau kehilangan semangat dan memohon kembali pertolongan Yesus. Ketujuh, kewibawahan dan kesaksian:Tanda Ketiga (5:1-47), cerita tentang penyembuhan, percakapan tentang pelanggaran hari Sabat yang dilakukan dalam penyembuhan itu, percakapan hubungan antara Bapa dan Anak, dan kesaksian tentang Yesus.

Makanan Dunia dan Sorgawi 6:1-71
Menceritakan tentang perjalanan Yesus dari Galelea ke Danau Tiberias dalam perjalanannya menuju  Yesus melakukan beberapa mujizat sehingga terjadilah perdebatan diantara Orang banyak . Dalam cerita ini Yohanees menjadi prioritas pertama  dalam cerita dan menjadi titik temu yang  diatasnya pasal pemisahan, pembagian serta pertentangan yang dimolai dengan “Menyodorkan Drama”. Tanda tanda ini mengantar sebuah perbincangan panjang yang diakhiri dengan kata kata yang jelas, mengenai Iman yang goyah dan ketidak percayaan yang sangat jelas. Pertama, makanan dunia dan keajaiban di Laut: Tanda Keempat dan Kelima (6:1-21), dan Kedua, Roti hidup :makanan Sorgawi (6:22-71).

Di Yerusalem 7:1-10:42
            Gerakan ketidak percayaan dan permusuhan yang makin memuncak terhadap Yesus menimbulkan konflik dengan kemapaman keagamaan di Yerusalem (7:1-10:42), kemudian sampai kepada pembunuhan Yesus (11:1-12:50). Inilah ketegangan antara iman dan ketidak percayaan, antara iman yang terdampar pada sebuah pulau ditengah lautan ketidak percayaan. Ini dituntut agar kita memahami di dalam tiga pasal terakhir ini.

Keputusan Tak Dapat Di Tarik Kembali (11:1-12:50)
                  Yohanes menutup kisah pertama tentang Penderitaan Yesus  dengan tegas bahwa Yesus mendatangkan penghakiman untuk menuju Hidup Kekal . Namun karena ketidak percayaan manusia  sehingga mengalami kebutaan secara Rohani dalam pasal 1-12 yang diselesaikan dengan  mengambil keputusan untuk menghukum mati Yesus. Dalam  kisah ini Yohanes menuntun kita agar memahami apa yang Allah kerjakan didalam Yesus .Yesus menyatakan Kemulyaan Allah yang mengakibatkan penderitaanNYA sehingga Dia harus dihukum mati, tetapi dalam penderitaanNYA Dia menerima Kemulyaan Allah.

 BAGIAN KEDUA: YESUS MENERIMA KEMULIAAN (13:1-20:29)
Kasih dan Penolakan (13:1-38)
            Kasih dan penolakan Yesus  dalam cerita pembasuhan Kaki dan penghianatan “Yudas” menjadi cerita panjang. Setelah kepergian Yudas  Yesus mulai berbicara tentang penderitaanNYA (Yoh 13: 31-32) dan Yudas tidak perlu mengetahui tentang Kematian, Kebangkitan dan KenaikanNyA, Yesus secara tidak langsung member perintah kepada mereka, agar saling mengasihi sebagaimana Dia telah mengasihi mereka serta pernyataan-Nya tentang “Anak manusia”. Kasih yang diperintahkan oleh Yesus merupakan Kasih yang dipolakan pada sikap-Nya kepada para Murid. Dalam Yoh 13:36-38 berbicara tentang kebejatan manusia, namun Petrus yakin bahwa dia bisa mengikuti perjalanan Yesus dan siap mati bagi Yesus (Martir) Namun disini Petrus menyangkal-Nya.

Kata-Kata Perpisahan (14:1-17:26)
            Perpisahan yang Yohanes sampaikan mempunyai tujuan agar para murid mendengarkan tema tema secara terus menerus. Dalam pasal 14,15  bahwa Yohanes sedang memperlihatkan sebuah pengaturan tentang kepergian Yesus dan akibat kepergiannya, sikap para murid tetap tinggal didalam Yesus sedangkan kepergiannya memberikan Jalan kepada murid murid-Nya  : Pertama Menjediakan Jalan untuk mengenal Bapa, menyediakan tempat tinggal bersama Bapa  (Yoh 14:1-2) pasal 17 berbicara tentang Doa terahir dari Yesus. Yohenes sedang menggambarkan bahwa sebuah hubungan antara orang orang percaya dengan Allah dan dengan Yesus Kristus yang sengaja mengikuti pola antara Bapa dan Anak. Dalam kata perpisahannya mengajarkan kepada murid tentang “Kesengsaraan Yesus sudah tiba”.

Peninggian 18:1-20:29
            Dalam babak terakhir cerita Yohanes tentang Yesus adalah bahwa Yesus sendiri sebagai seorang manusia menderita dan mati sama seperti manusia. Penghakiman terhadap Yesus merupakan bagian awal dari penderitaan Yesus yang membawa penebusan dosa umat manusia, disini Yesus menyatakan Kedaulatannya, serta Yohanes melihat Salip sebagai penghakiman dan penebusan dosa. Salip dan Kebangkitan merupakan Kemulyaan Yesus, berarti Allah memberikan Kemulyaan dan Peninggian-Nya”. Cerita Yohanes pertama-tama diceritakan supaya kabar baik tentang tindakan Allah di dalam Kristus dapat diungkapkan terus-menerus angkatan demi angkatan.
Bagikan artikel ini :

Post a Comment

 
Supported by: Blogger | Blogger.com
Copyright © 2014. Rumah Pelayanan - All Rights Reserved
WWW . RUMAHPELAYANAN . COM